Malfungsi Kompetensi
Jumlah pengangguran di Indonesia masih relatif tinggi, dan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahun 2009, tingkat partisipasi angkatan kerja di Indonesia tercatat baru mencapai 67,6 persen. Dari 113,7 juta angkatan kerja yang ada, hanya sekitar 104,5 juta orang yang telah mendapatkan pekerjaan. Sisanya sebanyak 9,3 juta orang masih menganggur atau sedang mencari pekerjaan, termasuk berburu info lowongan kerja CPNS.
Selain itu perkembangan penyerapan tenaga kerja yang ada juga relatif rendah. Pertumbuhan perusahaan ataupun jumlah lowongan kerja yang ada belum mampu mengurangi jumlah pengangguran secara siginifikan. Pada 5 tahun terakhir sejak tahun 2004, tingkat partisipasi angkatan kerja di Indonesia ternyata tidak banyak berubah, yaitu berkisar pada angka 67 persen dari jumlah angkatan kerja yang ada.
Tidak seimbangnya jumlah tenaga kerja yang ada dengan jumlah lowongan kerja menyebabkan terjadinya pengangguran. Besarnya jumlah angkatan kerja yang tidak terserap sektor formal mendorong terjadinya pekerja serabutan. Kondisi ini tentu saja cukup memprihatinkan karena kompetensi tidak lagi penting dan terkesampingkan. Terjadi semacam malfungsi kompetensi. Tentu saja merugikan investasi pendidikan yang telah dilalui, sekaligus juga merugikan secara sosial.