› CPNS Antara Harapan dan Ironi Masyarakat

CPNS Antara Harapan dan Ironi Masyarakat

Membludaknya peminat CPNS pada setiap rekuitmen menjadi bukti bahwa pengangguran di Indonesia menjadi masalah besar yang harus diselesaikan. Bayangkan rasio formasi yang dibutuhkan 1 : 2000. Jadi, satu jabatan CPNS diperebutkan oleh 2000 orang.
Masalah pengangguran tenaga kerja merupakan masalah global yang perlu dituntaskan oleh pemerintah. Salah satu solusi mengatasi pengangguran di Indonesia adalah membuka lapangan kerja baru dari berbagai sektor. Selain itu, mulai dari sekarang mari kita menghapus anggapan bahwa PNS itu pekerjaan mulia, masih banyak pekerjaan lain yang memberikan masa depan yang cerah dan menjamin hari tuannya sejahtera.
Tirulah orang Minang yang lebih menyenangi membuka usaha sendiri dari pada memilih jadi abdi negara yang hanya mengandalkan gaji bulanan. Anak muda dari Minang atau Padang setelah lulus SMA, dianjurkan untuk merantau keluar dari kotanya. Di rantau, mereka berbisnis apa saja yang penting halal, seperti jualan pakaian, perkakas dapur, dan lain sebagainya. Tak heran banyak anak muda dari Padang yang sukses berbisnis ketika masih muda.
Jadi, janganlah terlalu berharap mengejar ambisi menjadi CPNS, yakinlah bahwa masa depan cerah tak musti jadi PNS. Bukalah wawasan selebar-lebarnya, orang hebat pasti berani menghadapi ketidakpastian hidup. Orang kreatif bakalan menolak menjadi PNS karena tak mau tunduk pada sistem dan menyukai ketidakmapanan. Bermodal kreativitas yang tinggi, akan mampu menghasilkan ciptaan yang inovatif dan bernilai jual. CPNS adalah salah satu contoh kecil berbagai profesi yang menjanjikan masa depan cerah bagi pencari kerja.